Tuesday, May 22, 2018

BATAS

Semua perihal diciptakan sebagai batas.
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.
Besok batas hari ini dan lusa.
Jalan jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota,
bilik penjara dan kantor wali kota,
juga rumahmu dan seluruh tempat di mana pernah ada kita.

Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta.
Resah di dadamu dan rahsia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata kata.
Begitu pula rindu hamparan laut antara pulang dan seorang petualang yang hilang.
Seperti penjahat dan kebaikan, dihalang uang dan undang undang.

Seorang ayah membelah anak dari ibunya dan sebaliknya.
Atau senyummu dinding di antara aku dan katidakwarasan.
Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur.

Apa khabar hari ini ?
Lihat tandatanya itu.
Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.

-AADC2-
-M. An Mansyur-

No comments:

Post a Comment